«

»

Jan 19

Ogoh Ogong Hari Raya Nyepi Di Bali

SEJARAH ACARA OGOH OGOH BALI

Bali merupakan daerah yang kaya akan seni dan budaya. Kesenian dan kebudayaan yang berkembang di daerah Bali banyak dipengaruhi oleh nilai-nilai luhur agama Hindu. hal ini disebabkan oleh adanya keinginan umat Hindu di Bali untuk memvisualisasikan nilai-nilai ajaran agama Hindu. Dahulu kala masyarakat Bali kerap menciptakan suatu kesenian dan budaya yang diperuntukkan sebagai yadnya atau persembahan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, sehingga sampai saat ini di Bali masih dikenal berbagai jenis tari-tarian serta gamelan yang di anggap sakral karena jenis tarian atau gamelan tersebut hanya dipentaskan sebagai sarana pemujaan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa. Contoh lain dari kesenian yang kini telah menjadi budaya masyarakat Hindu di Bali adalah ogoh-ogoh. Ogoh ogoh biasanya dipertunjukkan dalam rentetan perayaan nyepi yakni pada hari tawur kesanga, tepatnya pada petang harinya yang disebut dengan pengerupukanDalam perayaan Tahun baru Saka atau Nyepi, ogoh-ogoh memiliki peranan sebagai simbol atau pemvisualisasian prosesi penetralisiran kekuatan-kekuatan negatif atau kekuatan Bhuta. Dimana ogoh-ogoh yang dibuat pada perayaan Nyepi ini merupakan perwujudan Bhuta kala yakni unsur alam yang terdiri dari air, api, cahaya, tanah, dan udara yang divisualkan dalam wujud yang menyeramkan, karena jika kekuatan alam itu berlebihan tentunya akan menjadi kekuatan yang merusak dan menyeramkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>